pariwisata kabupaten jember

BEM Untag Galangan Dana Untuk Orang Sakit

  Dibaca : 158 kali
BEM Untag Galangan Dana Untuk Orang Sakit
space ads post kiri

* Belum Dibantu Pemerintah

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) Banyuwangi menunjukkan aksi sosialnya terhadap dua penderita penyakit Hedrocypalus dan Gondok di Banyuwangi. Pasalnya, kedua penderita yang tergolong warga tidak mampu ini belum mendapat bantuan dari pemerintah.

Bem Untag ketika melakukan penggalangan dana di simpang empat Sukowidi

Bem Untag ketika melakukan penggalangan dana di simpang empat Sukowidi

Mahasiswa ini melakukan penggalangan dana kepada para pengguna jalan di perempatan-perempatan jalan atau Trafick light. Mereka menengadahkan kotak kepada para pengguna jalan dan tidak melakukan pemaksaan.

Ketua BEM Untag Banyuwangi, Siti Nurcholisa mengatakan aksi ini untuk meringankan beban dua penderita yang tidak dapat bantuan dari pemerintah, padahal kondisi ekonomi kedua penderita tersebut sangat tidak mampu. Agar kedua pasien tersebut bisa berobat, pihaknya melaksanakan kegiatan seperti ini.

“Ini semua bentuk sosial kami terhadap warga yang tidak mampu, agar kedua pasien tersebut bisa berobat kami melakukan hal seperti ini,” ujar Siti Nurcholisa disela kesibukan penggalangan dana, kemarin.

Menurut Lisa, sapaan akrab ketua BEM Untag Banyuwangi itu, dua yang memerlukan pertolongan itu adalah Hadiah Restu (5) warga Kalipuro Kecamatan Kalipuro yang saat ini terbaring di rumah sakit Umum Blambangan dan Rukhaiyah (58) warga Segubang Kecamaan Licin yang saat ini terbaring di rumahnya karena penyakit Gondok.

“Nantinya dari hasil penggalangan dana ini, akan di berikan kepada kedua orang tersebut untuk keperluan sehari-hari,”katanya.

Lisa menambahkan,hasil penggalanan dana ini nantinya akan langsung di berikan ke dua pasien, agar segera membeli obat, “Dana yang suah terkumpul ini langsung kami berikan kepada ke dua pasien tersebut, terutama bagi penderita Hedrocypalus, bocah yang baru berumur lima tahun, yang saat ini terbaring di RSUD Blambangan,” ujarnya.

Dari pantuan Memo X di lapangan, di lampu merah Sukowidi para mahasiswa tersebut, tanpa malu membawa kardus menghampiri satu-persatu kendaraan yang berhenti di lampu merah. Dia tanpa mengenal lelah dan malu untuk meminta bantuan, padahal saat itu matahari di Bumi Blambangan sangat panas. “Ini bentuk kepedulian kami untuk sesame,”ujar Yeyen salah satu Mahasiswa Untag.

Kepedulian para mahasiswa yang tergabung di Bem Untag ini, ketika mendatangi rumah para pasien tersebut, dari situlah, para calon generasi bangsa ini tergerak hatinya untuk menolong sesama. Awalnya para mahasiswa meminta sumbangan kepada sahabat-sahabatnya di kampus, karena kebutuhan kedua pasien tersebut sangat besar, maka mencari solusi lagi, dan cara ini yang akhirnya di lakukan, “Kami akan melakukan aksi social ini sampai kedua pasien tersebut mendapat perhatian dari pemerintah, kalau tidak kami terus melakukan aksi ini sampai kedua penderita itu sembuh, kalau tidak, siapa yang akan memperhatikan kedua pasien tersebut,”ujar Yeyen.(kur)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional