pariwisata kabupaten jember

Kepala Sekolah Dasar Menemukan Pring Pethuk

  Dibaca : 695 kali
Kepala Sekolah Dasar Menemukan Pring Pethuk
space ads post kiri

* Ditemukan Didalam Batang Pohon Serut di Alas Purwo

Pring (bambu) Pethuk milik Drs. Moh. Maki SH Warga Dusun Bolot Desa Aliyan Kecamatan Rogojampi menarik pemberitaan. Bagaimana tidak, koleksi benda antik itu ditemukan di Alas Purwo tepatnya di daerah Sadengan pada Tahun 1999 memiliki keunikan. Selain itu bambu tersebut juga diyakini sebagai penolak santet atau teluh.

pring pethuk

BERCAHAYA : Diyakini sebagai penolak teluh atau santet (bw-1)

Konon, Bambu yang tak umum layaknya bambu biasa ini ditemukan di dalam batang pohon serut yang ada di wilayah Sadengan, lantaran lepas Maghrib sewaktu dirinya melintas melihat cahaya berwarna biru yang sangat terang dari pohon tersebut.

Setelah didekati, ternyata di dalam pohon serut yang bercahaya itu setelah dibelah terdapat pring pethuk menyerupai tongkat.

Dalam sebatang tongkat bambu pethuk temuannya terdapat 3 batang bambu bertemu ros. Itu terlihat di bagian atas, tengah dan bawah.

Menurutnya jenis batang bambu yang tempuk ros miliknya masing-masing berjenis pethuk manut, pethuk satria dan pethuk senopati.

“Bambu ini saya temukan tepat pada 1 Sura. Khasiatnya untuk penolak santet,” terangnyaSelasa (19/1) kemarin.

Pengalaman ghaib yang pernah dialami pemilik pring pethuk tersebut setelah ditemukan, pernah diperipeni (bermimpi) didatangi sesosok pria berbaju hitam sedang mengamuk, itu dikarenakan dirinya baru membersihkan tongkat bambu itu di bagian bawah yang menyerupai landak. Pria di dalam mimpinya itu diyakini sebagai penunggu pring pethuk temuannya.

“Setelah bermimpi badan saya terasa capek. Mungkin disebabkan seringnya saya mengotak-ngatik benda ini,” jelasnya singkat.

Pring pethuk temuannya dari pertama kali ditemukan hingga saat ini masih disimpannya dengan baik, meski barang langka itu banyak warga luar Jawa yang menawar dengan harga yang sangat tinggi, pihaknya lebih memilih merawat barang temuannya itu dari pada menjualnya.

“Yang menawar banyak. Terutama warga Bali. Tetapi saya lebih memilih merawatnya,” pungkas Kepala Sekolah SDN 2 Gitik Kecamatan Rogojampi ini. (bw-1)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional