pariwisata kabupaten jember

5 Awak Kapal Jual 8 Ton Solar Subsidi

  Dibaca : 494 kali
5 Awak Kapal Jual  8 Ton Solar Subsidi
space ads post kiri

Kasatpolair Polres Banyuwangi, AKP Basori Alwi berhasil mengungkap pejualan solar illegal di Perairan Kolam Pelabuhan Tanjungwangi. Dari pengungkapan kasus ini, lima orang di tetapkan menjadi tersangka atas dugaan pelanggaran pasal 53 huruf c dan d Undang – Undang No. 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, subsider pasal 374 dan 480 KUHP ayat 1, junto pasal 55 KUHP. Adapun ancaman hukumannya di atas 5 tahun penjara.

Solar Subsidi.(istimewa)

Solar Subsidi.(istimewa)

Kelima orang tersangka tersebut adalah 2 oknum nahkoda, 2 kepala kamar mesin (KKM), serta 1 orang anak buah kapal (ABK). Dua nahkoda yang kini harus menghuni sel tahanan Satpolair Polres Banyuwangi di depan Terminal Sritanjung ini masing-masing berinisial MM (41), nahkoda Kapal Motor (KM) Sarana Sukses kelahiran Desa Teluk Santong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan SN (37), nahkoda Kapal Tugboat Fortuna Andre 03, asal Blok Agung – Gulangan, Desa Tegalwangi, Kecawatan Weru, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Dikatakan AKP Basori Alwi, dua oknum nahkoda ini diduga terlibat dalam praktek penggelapan solar ilegal yang melibatkan oknum KKM kapal yang mereka nahkodai. Keterlibatan SN dalam kasus ini karena mengijinkan STY (39), KKM Tugboat Fortuna Andre 03 menjual 8 ton solar ilegal kepada seorang makelar berinisial AH (31), ABK Tugboat Wonokromo asal  Desa Grabagan, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, yang saat itu sedang sandar di pelabuhan yang sama. Per liter BBM itu dihargai Rp 4.500 dengan total nilai transaksi yang disepakati Rp 36 juta.

“Uang yang sudah dibayar Rp 19 juta. Nominal uang itu telah kita amankan sebagai bukti bersama sejumlah alat lain, seperti mesin alkon, meteran sonding, dua kapal yang terlibat transaksi solar, plus sebuah HP Nokia tipe 107,” ungkap Kasatpolair Polres Banyuwangi AKP Basori Alwi didampingi Kasubaghumas AKP Subandi, saat menggelar jumpa pers di depan Mako Satpolair, Senin (25/1) kemarin.

Pola traksaksinya, lanjut Kasatpolair Tanjungwangi, yakni AH mendapat pesanan solar dari MM, nahkoda KM Sarana Sukses. Kemudian kabar itu diteruskan kepada STY selaku KKM Tugboat Fortuna 03. Kemudian STY meminta SN, nahkoda atasannya untuk merapatkan kapal pemandu keluar masuk ke kolam Pelabuhan Tanjungwangi ke lambung KM Sarana Sukses. Setelah kapal merapat, solar dari tugboat dipindahkan ke KM Sarana Sukses yang dipandu AHR (48), KKM Sarana Sukses asli Dusun Kauman, Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, NTB.

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional