pariwisata kabupaten jember

Eks Gafatar Ditampung Di LBK

  Dibaca : 155 kali
Eks Gafatar Ditampung Di LBK
space ads post kiri

Setelah menempuh perjalanan darat selama enam jam dari Surabaya, 18 eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) asal Banyuwangi tiba, Selasa (26/1). Mereka yang dijemput pulangkan oleh Pemkab Banyuwangi ini langsung dibawa ke tempat penampungan sementara di Rumah Aman Loka Bina Karya (LBK) Banyuwangi.

Warga eks Gafatar ini diangkut tiga mobil jenis station wagon milik Pemkab Banyuwangi. Mereka tiba di LBK sekitar pukul 16.30 WIB.

Dalam rombongan tersebut terdapat 18 warga eks Gafatar yang terdiri dari 4 laki-laki, 3 perempuan, dan 11 anak-anak. Dalam perjalanannya, mereka dikawal 17 petugas gabungan dari Polres Banyuwangi; Kodim 0825; Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans); Dinas Kesehatan; dan Badan kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Banyuwangi.

“Semua langsung kami tempatkan di Rumah Aman LBK yang kita siapkan untuk menampung mereka sementara, sebelum kita kembalikan kepada keluarganya masing-masing,” ujar Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banyuwangi, Saiful Alam S, yang saat itu menyambut kedatangan mereka di LBK.

Turut menyambut kedatangan eks anggota Gafatar ini, antara lain Ketua Majelis Ulama Indonesia Banyuwangi Moh Yamin, Kabag Ops Polres Banyuwangi Kompol Sujarwo, dan sejumlah perwakilan dari Kantor Kementerian Agama Banyuwangi.

Eks anggota Gafatar ini, lanjut Alam, akan ditampung di LBK selama tiga sampai tujuh hari. Di tempat itu, imbuh Alam, mereka akan diberi pembinaan yang berkaitan dengan wawasan kebangsaan dan keagamaan. Tujuannya, kata dia, agar sebagai warga negara mereka bisa kembali patuh pada pemerintah dan ideologi bangsa.

“Pihak Polres, Kodim, dan Bakesbangpol akan memberikan pembinaan wawasan kebangsaan kepada mereka. Sedangkan untuk pembinaan keagamaan, nanti MUI dan Kemenag lah yang akan membina agar mereka kembali kepada ajaran agama yang benar ” ujar Alam.

Selain itu,  kata Alam, mereka juga akan diajak dialog tentang apa yang mereka butuhkan untuk kehidupan selanjutnya.

“Dengan komunikasi, kami akan tau apa yang mereka butuhkan setelah kembali kepada keluarganya nanti. Sehingga jika pemerintah mengeluarkan bantuan, itu benar-benar tepat sasaran dan berdaya guna,” lanjutnya.

Sementara Ketua MUI Banyuwangi, M. Yamin mengatakan pemulihan kejiwaan eks Gafatar ini sangat diperlukan agar mereka bisa hidup nyaman di masyarakat. “Kita akan treat dulu agar kejiawaannnya tenang. Selain itu, kita di sini juga akan berusaha menghilangkan pengaruh-pengaruh kurang baik yang mereka terima selama ini. Prinsipnya, MUI akan kembalikan mereka kepada pemahaman agama yang benar,” kata M. Yamin.

Rumah Aman LBK merupakan bangunan milik Dinsosnakertrans Banyuwangi yang digunakan sebagai kantor Tagana dan Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3). Bangunan ini memiliki 4 ruang utama. Para eks eks anggota Gafatar ini akan menempati ruang besar dengan ukuran 6,5 x 11 meter, yang dilengkapi 2 kamar mandi.

Di ruangan yang cukup luas itu, sudah disiapkan 17 kasur spons yang ditata rapi berderet memanjang di atas karpet. Kasur-kasur itu tampak nyaman dengan balutan seprai bersih berwarna-warni. (rik/Humas)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional