pariwisata kabupaten jember

Nambah Penghasilan Jualan Pil Kirik

  Dibaca : 357 kali
Nambah Penghasilan Jualan Pil Kirik
space ads post kiri

Satnarkoba Polres Banyuwangi kembali mencokok pengedar obat daftar G di Kecamatan Glenmore. Dari operasi tersebut petugas anti narkoba itu mengamankan Sugeng Lestari (33) warga dusun Sepanjang Wetan Desa Magelan Kecamatan Glenmore yang kedapatan mengedarkan pil yang harus dibeli dengan mempergunakan resep dokter tersebut.

Operasi yang dilakukan pada pukul 18.00, petugas berhasil mengamankan 15 butir pil trihexyphenidil dan 1 Hp Cross V5 warna putih milik pelaku yang biasa digunakan untuk komunikasi dengan pelanggan.

Lelaki ini mendapatkan barang tersebut dari Andika, pemasok obat asal Dusun Krajan, Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember.

Setelah melakukan penangkapan dua tersangka tersebut, aparat lantas bergeser ke Jl Raya Jember, tepatnya di Dusun Barurejo, Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru, lima jam kemudian.

Nama Faikur Rohman (23), karyawan PT. SUB Kalibaru, ganti ditangkap bersama Andika (34), pemasok pil gedek jaringan Sugeng Lestari.

Dari tangan Faikur Rohman berhasil disita 3000 butir pil dekstro dan 1 Hp Nokia warna hitam. Sementara dari tangan Andika ditemukan 53.000 butir trihexyphenidil, 17.600 dekstro, uang tunai Rp 331 ribu, 2 buku catatan transaksi obat, Hp Nokia N8, serta sejumlah bukti lain.

Sama dengan Sugeng Lestari, tersangka Faikur Rohman ternyata masuk dalam jaringan Andika. Dia merupakan salah satu pelanggan obat daftar G pria asal Jember.

Kasatnarkoba Polres Banyuwangi AKP Agung Setyo Budi menegaskan, Sugeng dan Faikur sama-sama pengedar obat yang mestinya dibeli dan dikonsumsi menggunakan resep dokter di wilayah Kalibaru dan Glenmore.

“Habis ketemu Sugeng ternyata Andika ganti menemui Faikur. Rupanya transaksi lebih besar berlangsung antara Faikur dan Andika,” ungkap Kasatnarkoba itu.

Puluhan ribu pil gedek itu didapat Andika dari pemasok besar asal Jakarta berinisial HR. Barang farmasi itu dikirim ke Jember melalui jasa paket barang.

“Untuk melakukan transaksi mereka berkomunikasi melalui HP. Sayangnya, ketika kita coba telpon, namun nomer HP tersebut tidak aktif,” pungkas AKP Agung. (tut)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional