pariwisata kabupaten jember

Polres Banyuwangi Razia Galian C Serentak

  Dibaca : 433 kali
Polres Banyuwangi Razia Galian C Serentak
space ads post kiri

Dirasa kuang maksimal melakukan razia penambangan pasir illegal yang jumlahnya mencapai ratusan di Kabupaten Banyuwangi ini. Kapolres Banyuwangi gerakan Polsek-polsek untuk melakukan operasi secara serentak dan menutup penambangan pasir yang illegal, baik itu yang masih produktif maupun yang sudah tidak di gali dengan memasang Police Line disetiap tambang pasir yang tidak berijin itu.

TEGAS: Petugas pasang police line di alat berat. (tut)

TEGAS: Petugas pasang police line di alat berat. (tut)

Razia serentak ini dibagi dalam 8 kelompok. Kelompok pertama melakukan aksi di wilayah rayon 1 yang meliputi Kecamatan Wongsorejo dan Kalipuro, dipimpin oleh Kasatpolair AKP Basori Alwi.

Sedangkan di rayon 2, Kasatreskrim AKP Stevie Arnold Rampengan memimpin penutupan galian C di wilayah Licin, Glagah, Giri dan Kota Banyuwangi.  Sementara di jajaran rayon 3 yang terdiri dari Polsek Kabat, Rogojampi dan Srono dipandu oleh Kasubagdalops AKP Jodana Gunadi.

Dan di wilayah rayon 4, Kasatintel AKP Harwiyono menjadi komando razia galian C di wilayah Muncar, Tegal Dlimo dan Purwoharjo. Kasatnarkoba AKP Agung Setyo Budi bertindak sebagai pengendali lapangan giat yang berlangsung di wilayah Sempu, Singojuruh serta Songgon yang masuk dalam rayon 5.

Menurut Kabagops Kompol Sujarwo, untuk tambang galian C yang ada di wilayah Cluring, Gambiran dan Tegalsari penutupannya dipandu oleh Kasatsabhara AKP Sudarmaji. Dirayon 6 ini aparat juga memiliki tugas yang sama dengan kawasan rayon lain.

“Rayon 7 yang meliputi Genteng, Glenmore dan Kalibaru dikendalikan Kasatlantas AKP Samirin. Terkait razia yang digelar di rayon 8, personil dari Polsek Bangorejo, Siliragung dan Pesanggaran dibawah kendali Kasat Binmas AKP Imron,” ujar Kompol. Sujarwo

Kinerja seluruh jajaran rayon ini dipantau langsung Kapolres Banyuwangi AKBP Bastoni Purnama. Seluruh hasil operasi harus dilaporkan secara lengkap pada kapolres. Menurutnya, setiap tambang galian C harus memiliki ijin produksi dari pemerintah propinsi. Razia serentak ini melibatkan aparat TNI dari koramil di masing-masing rayon.

“Jika ijin tidak lengkap langsung kita tutup. Lokasi galian maupun alat berat yang beroperasi dipasang garis polisi,” tegasnya.Kamis (28/1) kemarin

Sebelum razia serentak digelar, tim gabungan dari Polres Banyuwangi, Satpol PP dan petugas dari BPPT Pemkab Banyuwangi menggelar razia serupa, Selasa (26/1/2016). Operasi gabungan yang kala itu dipimpin Kabagops Kompol Sujarwo berhasil mengamankan belasan dumtruk serta sejumlah alat berat.

“Tindakan ini merupakan tindaklanjut dari kesepakatan bersama antara pengusaha tambang, BPPT, Satpol PP dan Polres Banyuwangi sebelum pilkada bupati 9 Desember 2015 lalu. Saat itu pengusaha tambang ilegal dikasih waktu 2 bulan untuk mengurus maupun melengkapi ijin. Jika dalam kurun waktu dua bulan masih liar, disepakati untuk ditindak,” urai pamen asal Jogjakarta ini.(tut)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional