pariwisata kabupaten jember

Diduga Ijin Mati, PT. GMM Dipasang Police Line

  Dibaca : 362 kali
Diduga Ijin Mati, PT. GMM Dipasang Police Line
space ads post kiri

* Menambah Panjang Daftar Tambang Galian C Bermasalah

Polsek-Polsek se-Banyuwangi langsung bergerak menindak lanjuti perintah Polres Banyuwangi terkait penertiban Galian C yang ada di Wilayahnya.

Poles Kalipuro saat melakukan penertiban di lokasi penambangan  PT. GMM

Poles Kalipuro saat melakukan penertiban di lokasi penambangan PT. GMM

Seperti yang dilakukan oleh aparat Muspika Kalipuro yang melakukan operasi gabungan yang melibatkan 40 orang dari personil polisi, TNI, Satpol PP dan BPPT ini setidaknya menutup 3 lokasi yang beroperasi di wilayah Kecamatan Kalipuro.

Tiga titik lokasi itu salah satunya galian C milik Sutrisno di Dusun Krajan, Desa Kelir. Selain itu petugas yang dikendalikan Kasatpolair AKP Basori Alwi juga memasang police line di PT. GMM Hotmik yang ijinnya habis sejak 2014 lalu.

Masih di lokasi yang sama, aparat juga menutup galian C milik Sofiyah, pengusaha tambang mineral yang tinggal di Jalan DI Penjaitan No. 07 Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi.

Usai melakukan razia di kecamatan Kalipuro, petugas gabungan tersebdut langsung beralih ke kecamatan Wongsorejo, dan langsung memasang garis polisi, Galian C di Lingkungan Klatakan, Kelurahan Klatak milik Eko Wijono warga Dusun Krajan, Desa Sumber Kencono, Kecamatan Wongsorejo.

“Pemilik galian kita lakukan pemanggilan untuk dimintai keterangan. Ini prosedur yang diperintahkan pimpinan,” tegas AKP Basori Alwi selaku pengendali lapangan rayon 1 yang meliputi Polsek Wongsorejo, Polsek Kawasan Pelabuhan Tanjungwangi dan Kalipuro.

Sehari sebelumnya, tim gabungan rayon 1 telah menutup satu lokasi galian di wilayah Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo. Total sampai Jumat ini sudah 4 galian yang resmi ditutup.

Page 1 of 212
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional