pariwisata kabupaten jember

PU Bina Marga, CKTR Tidak Transparan

  Dibaca : 273 kali
PU Bina Marga, CKTR Tidak Transparan
space ads post kiri

Akal-akalan para pelaksana proyek yang mempergunakan dana APBD ataupun APBN dalam mengerjakan proyek tersebut jarang sekali memasang papan nama ketika mengerjakan proyek tersebut, padahal dalam Rancangan Anggaran Biaya (RAB) biaya untuk papan nama teranggarkan. Namun setelah usai mengerjakan, papan nama tersebut di pasang.

Seperti halnya Pekerjaan proyek penahan badan jalan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang ada di desa Sembulung kecamatan Cluring tersebut, menjadi pertanyaan warga setempat. Terkait persoalan ini kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina marga, Cipta Karya dan Tataruang terkesan tutup mata

Padahal berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik, dimana setiap proyek pembangunan apapun harus dilengkapi dengan papan informasi. Akibatnya, proyek tersebut tidak mendapatkan pengawasan dari masyarakat sekitar. Dalam hal ini proyek yang anggarannya yang besumber dari APBD ataupun Dari APBN harus transaparan sehingga masyarakat bisa mengetahui dan mengawasi proyek tersebut.

Proyek yang mempergunakan dana APBD ataupun APBN tersebut diduga tidak sesuai dengan spisifikasinya, karena baru beberapa bulan saja dikerjakan, banyak yang retak-retak, dan duga dalam pengerjaan tersebut, para pelaksana ketika mengerjakan hanya mengerjakan untung saja, tidak mementingkan kualitas ataupun kuantitas proyek yang pengerjaannya mempergunakan dana APBD ataupun dana APBN. Dan ini jelas melanggar aturan dan mengabaikan asas transparansi. Sebab, pengerjaan proyek tidak terpasang papan nama rekanan yang mengerjakan, dan besaran sumber anggaran yang sudah ditetapkan.

Namun setelah selesai pekerjaannya baru dipasang papan informasi (papan nama) sedangkan pekerjaan sepadan bahu jalan ada yang tidak sesuai MC.0 itu kurang melebar hingga jalan raya dan sepadan jalan terlihat sempit.

Ramdan, Salah satu warga setempat ketika di konfirmasi wartawan Koran ini mengaku kalau proyek tersebut baru di kerjakan baru beberapa minggu lalu.namun proyek tersebut bisa di lihat sendiri bagaimana kualitas mauopun kuantitas proyek tersebut. Pekerjaan prohyek sepadan bahu jalan yang di bangun tersebut kelihaannya kurang lebar dan diduga tidak sesuai dengan Mutual Check (MC).

“Masa baru dikerjakan baru beberapa hari saja sudah retak-tetak, dan lagi proyek ini siapa yang mengejakan, biaya berapa, seharusnya sebelum proyek ini di kerjakan, Kades atau camat disini di beri surat terkait pelaksanaan proyek ini, dan tahu siapa yang megerjakan proyek tersebut,” ungkap warga setempat itu.

Sayangnya, Kepala Dinas PekerjaanUmum (PU) Bina Marga, Cipta karya dan Tata Ruang, Mujiono ketika di konfirmasi melalui telepon selulernya berkali-kali tidak mau mengangkat, padahal ketika di telepon terdengar nada sambung.(tut)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional