pariwisata kabupaten jember

Menteri BUMN Kunjungi Pabrik Gula Glenmore

  Dibaca : 367 kali
Menteri BUMN Kunjungi Pabrik Gula Glenmore
space ads post kiri

* Optimis Industri Gula Nasional Membaik

Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno, terus mendorong pengembangan industri gula di Kabupaten Banyuwangi. BUMN melalui sinergi PT Perkebunan XII dan PT Perkebunan XI telah mendirikan PT Industri Gula, Glenmore (IGG) di Banyuwangi. Pabrik gula tersebut diharapkan bisa mengatrol produksi gula Nasional.

Optimis : Menteri BUMN kunjungi pabrik di glenmore. (tut)

Optimis : Menteri BUMN kunjungi pabrik di glenmore. (tut)


Saat melakukan kunjungannya, Rini melihat hasil panen daerah sekitar IGG cukup baik, rata-rata 120 ton tebu per hektare.

“Melihat kondisi ini, saya optimistis industri gula nasional bisa semakin membaik dengan BUMN sebagai penggerak utamanya,” kata Rini saat mengunjungi pabrik gula milik IGG di Banyuwangi, Rabu (13/1).
Pabrik gula tersebut kini tengah disebut penyelesaiannya dan diharapkan bisa beroperasi tahun ini.

Rini berharap para petani bisa terus semangat menanam tebu. “Petani adalah ujung tombak industri gula. Tanpa petani, pabrik gula akan mati,” kata dia.

Target lain dengan berdirinya PT IGG ini, kata, Rini, Banyuwangi bisa menjadi salah satu daerah penghasil gula terbesar dan termoderen di Indonesia. Lebih dalam lagi, bisa memproduksi gula rafinasi sendiri. Sehingga kita tidak lagi import dan tidak terjadi kebocoran.

“Yang katanya gula rafinasi diimport untuk industri mamin dan bahan baku obat ternyata juga untuk konsumsi masyarakat. Sehingga gula produksi petani lokal kurang diminati. Jika kita bisa memproduksi gula rafinasi sendiri kesejahteraan petani akan terangkat,” kata Rini.

IGG adalah pabrik gula yang dibangun oleh PT Industri Gula Glenmore. Pabrik ini merupakan pabrik yang didirikan PTPN XII dan PTPN XI. Keduanya badan usaha milik negara (BUMN) dengan anggaran sebesar Rp 1,5 triliun.Pabrik ini dibangun di atas lahan seluas 3.110 hektar ini ditargetkan awal Juli 2016 mendatang sudah bisa giling perdana.
Ditambahkan Dirut PTPN XII, Irwan Basri, target 6.000 ton tebu per hari ini selanjutnya akan dikembangkan menjadi 8000 ton per hari pada tahun 2018. “Saat giling perdana Juli 2016 nanti IGG akan memproduksi 48 ribu ton per musim giling. Secara bertahap jumlah ini akan diterus ditingkatkan pada musim giling berikutnya, yakni 81 ribu ton hingga 120 ribu ton,” kata Irwan.

Untuk memenuhi target tersebut, lanjut Irwan, IGG membutuhkan lahan seluas 30 ribu hektar. Namun saat ini baru tersedia 6.000 hektar. “Untuk memenuhi kekurangannya kami akan lakukan alih fungsi sejumlah lahan di perkebunan PTPN. Yang sebelumnya untuk menanam karet dan kakao akan dialihkan juga untuk menanam tebu. Kami akan mensosialisasikan kepada petani juga untuk untuk mulai menanam lahannya dengan tebu,” kata Irwan.

Seperti diketahui, untuk membangun proyek Pabrik Gula ini, Pemerintah menggelontorkan dana yang tidak sedikit, yakni sekitar Rp. !,5 triliun. Selain itu didirikannya proyek pabrik gula ini, akan menyerap tanaga kerja yang tidak sedikit dan akan mengurangi tingkat pengangguran di Banyuwangi.(tut)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional