pariwisata kabupaten jember

Sugihartoyo Pimpin Perpenas Banyuwangi

  Dibaca : 366 kali
Sugihartoyo Pimpin Perpenas Banyuwangi
space ads post kiri

Kisruhnya dualisme kepemimpinan di tubuh Perkumpulan Gema Pendidikan Nasional (Perpenas) 17 Agustus 1945 Banyuwangi, kini mulai terang benderang, dengan keluarnya Surat keputusan (SK) Kementrian Hukum Dan Hak asasi Manusia (Menkumham) terkait SK Persetujuan Perubahan Badan Hukum Perpenas yang mengakui Sugihartoyo sebagai pemimpin Perpenas 17 Agusstus 1945 Banyuwangi.

sugihartoyo

sugihartoyo

Turunya SK dari Kemenkumham ini sangat dirasakan oleh beberapa pendidikan di bawah Perpenas Banyuwangi, pasalnya jika dualism kepemimpinan ini terus berlanjut dampaknya kepada legalitas sekolah tersebut.

Dikatakan Ketua Perpenas 17 Agustus 1945 Banyuwangi, Sugihartoyo, dengan turunya SK tersebut, pihaknya bisa bekerja optimal, sesuai dengan turan yang ada.

Prinsipnya dengan turunya SK tersebut dirinya sangat senang karena menyelematkan anak didik dan terlindungi dan tidak illegal.

“SK Menkumham tertanggal 28 Januari ini, sebagai bukti persetujuan perubuhan badan hukum dan para siswa bisa belajar dengan baik, dan tidak lagi was-was, karena turunnya SK ini menyangkut masalah legalitas sekolah di bawah Perpenas 17 Agustus 1945 Banyuwangi,”paparnya sambil menunjukkan SK dari Kemenkumham (10/2) kemarin.

Sugihartoyo tidak ingin kemelut di tubuh ini berkepanjangan, dan segera melakukan pendekatan dan berkoordinasi dengan dinas Pendidikan Banyuwangi untuk melegalkan kepengurusan sekolah-sekolah di bawah yayasan Perpenas.

Namun, lanjut Ia, untuk jabatan Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi tetap berjalan sesuai dengan SK yang ada, hingga masa bhakti kepengurusan Perpenas di bawah kepemimpinan Waridjan berakhir.

“Sebentar lagi massa bhaktinya akan berakhir, dan akan kembali melakukan pemilihan Rektor baru, dan akan di angkat oleh yayasan yang sah,”tandasnya.

Sugihartoyo menghimbau kepada seluruh komponen tidak lagi mempekeruh persoalan, dan Perpenas Banyuwangi bias menyelesaikan dengan damai dan taat akan aturan hukum yang belaku.

Jika konflik ini terus berlarut-larut akan berdampak kepada seluruh sekolah-sekolah di bawah Yayasan Pepenas Banyuwangi.

Menurutnya, persoalan yang beberapa hari lalu timbul denan adanya dualisme kepemimpinan di tubuh Perpenas jelas sangat merugikan dan membuat para siswa hingga Mahasiswa tidak nyaman.

“Yang kami pikirkan adalah Pendidikan, dan saya akan ke Surabaya untuk mediasi dengan Kopertis, “tegasnya. (tut)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional