pariwisata kabupaten jember

Plikades Tegalharjo, Menghangat di Awal Pendaftaran

  Dibaca : 593 kali
Plikades Tegalharjo, Menghangat di Awal Pendaftaran
Ketua Panitia Pilkades Tegalharjo M Fathoni SH MH
space ads post kiri

Fathoni SH MH: “Kepingin Aman, Apa Bermasalah?”

Banyuwangi, Memo X – Panitia Pilkades Tegalharjo resmi menjaring 7 peserta balon (bakal calon) Kepala Desa. Mereka adalah Andre Tri Waluyo, Zein Afifah Siyani (incumbent), Mursid, Gatot Subroto, Ahmad Sulaiman Subairi, Suyanto dan Ahmad Mustakim. Demikian awal penjelasan Ketua Panitia Pilkades Tegalharjo (M Fathoni SH MH) ketika ditemui di kediamannya.

Menurutnya, diterimanya Ahmad Mustakim sebagai peserta balon Kepala Desa sempat menuai problem. Pasalnya menurut Fathoni, ini hanya beda tafsir saja. Sebenarnya dia sebagai ketua panitia pilkades tidak mau melanggar regulasi yang ada. “Regulasi tersebut harus dijalankan tidak boleh tidak,” tegasnya.

Lalu lanjutnya, jika mengacu pada Undang-Undang, Perda, PerBup dan aturan lainnya, bahasa wajib di dalam pasal 13 PerBup No. 1 tahun 2017 itu berbunyi : “para bakal calon Kepala Desa yang mendaftar wajib memenuhi persyaratan.”

Klausul wajib memenuhi persyaratan, itulah yang menjadi pegangannya. Artinya penafsiran wajib tersebut harus memenuhi keseluruhan persyaratan yang diumumkan. Akan tetapi Ahmad Mustakim saat itu kurang satu persyaratan, yaitu surat keterangan dokter. Karena pada tanggal 21 September 2017 itu hari libur, kemudian Ahmad Mustakim tersebut mendaftar dan memasukkan surat keterangan pada tanggal 22 September 2017. Di sinilah yang kemudian terjadi debatabel.

Namun Ketua panitia pilkades, Fatoni, ketika itu tetap pada pendiriannya. Bahwa pendaftaran Ahmad Mustakim ini tidak bisa diterima. Dasarnya adalah Ahmad Mustakim wajib memenuhi semua persyaratan.

Hal itu disampaikan kepada yang bersangkutan dengan didasarkan pada regulasi. Saat itulah, anggota panitia pilkades Tegalharjo sendiri langsung interupsi. Padahal itu bukan dalam konteks rapat. Tetapi dalam rangka menerima pendaftaran balon.

Kemudian lanjut Fathoni SH MH, akhirnya melalui interupsinya itu anggota panitia pilkades itu mengatakan, bahwa ini belum dipleno. Ditanggapilah interupsi tersebut oleh Fathoni dengan mengatakan, “Korelasinya apa? Relevan nggak ini?”.

Kemudian pada jam 23.30 diskorslah persoalan tadi, dengan meminta Ahmad Mustakim menunggu diluar. Karena persoalan itu akan dibicarakan anggota panitia melalui pleno. Alhasil setelah dimusyawarahkan, ternyata dari 11 orang anggota panitia pilkades Tegalharjo itu, 10 anggota panitia kecuali dirinya, mendukung bahwa Ahmad Mustakim harus diterima.

Karena mengacu pada Tatib, yang berbunyi waktu pendaftaran diperpanjang satu minggu. Padahal panitia sudah sering ketemu di Pemda, bahwa perpanjangan itu adalah masa penyaringan. Jadi tanggal 13-21 September 2017 itu batas waktu untuk pendaftaran, 21-28 September 2017 adalah waktu untuk verifikasi data

Tetapi anggota panitia pilkades Tegalharjo tetap ngotot menerima Ahmad Mustakim. Bahasa yang dimunculkan adalah kolektif collegial, artinya bahwa sesuatu itu diputuskan bersama, ujar Fathoni.

Kemudian dia menambahkan, bahwa kolektif collegial itu tidak ada dasar aturannya..Makanya dia bertahan pada pendiriannya bahwa ini tidak bisa. Namun apa boleh buat. Jalan tengah yang ditempuhnya selaku pimpinan kepanitiaan pilkades Tegalharjo, adalah melalui voting yang akhirnya dia kalah 1 banding 10.

Selanjutnya dia menegaskan, di dalam konteks hukum, bahwasanya produk yang dihasilkan nanti akan bermasalah. Karena jika mengacu pada Perda, pengumuman dan pendaftaran calon paling lama 9 hari. Kemudian, terkait petunjuk dan teknis yang sebenarnya tidak ada, bimtek dari kabupaten selama ini tidak pernah diberikan.

Ketika sudah terjadi seperti itu dia selaku Ketua Panitia Pilkades Tegalharjo hanya memberikan dua opsi. “Pingin aman, apa pingin bermasalah?” Kalau pingin aman Ahmad Mustakim jangan diterima. Kalau pingin bermasalah, monggo Ahmad Mustakim diterima.”

Kemudian menurutnya, ketika kembali pada kolektif collegial tersebut, berdampak ketua panitia pilkades Tegalharjo tidak punya kewenangan. Sehingga pada tanggal 22 September 2017 jam 00.30, Ahmad Mustakim masuk lagi mendaftarkan diri. Akhirnya diterima oleh panitia menjadi peserta balon Kepala Desa Tegalharjo.

Di pungkas penjelasannya, dia mengatakan, bahwa sementara ini belum ada balon yang keberatan dan protes. Ketika ada balon yang protes dan keberatan dengan diterimanya Amad Mustakim, panitia akan tetap bertanggungjawab dengan menerapkan regulasi. (har/yan)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional