pariwisata kabupaten jember

Banyuwangi Sangat Inovatif Manfaatkan GIS

  Dibaca : 362 kali
Banyuwangi Sangat Inovatif Manfaatkan GIS
Masuk enam Besar Kompetisi Inovasi Pemanfaatan Geospasial
space ads post kiri

Masuk enam Besar Kompetisi Inovasi Pemanfaatan Geospasial

Banyuwangi, Memo X – Tim penilai kompetisi Inovasi Pemanfaatan Geospasial dari Badan Informasi Geospasial (BIG) Nasional melakukan tinjau lapang ke Banyuwangi. Menurut BIG, Banyuwangi dinilai sangat inovatif dalam memanfaatkan GIS. Mereka datang melakukan verifikasi lapangan sebagai tindaklanjut masuknya Banyuwangi sebagai enam besar kompetisi inovasi pemanfaatan geospasial.

“Dua hari ini kami melakukan penilaian langsung aplikasi-aplikasi pemanfaatan geospasial yang dibuat Banyuwangi. Kami ingin melihat implementasinya seperti apa di lapangan. Apakah sudah sesuai dengan yang dipaparkan atau tidak,” ujar Ketua tim juri, Heri Sutanta, Rabu (27/9/2017).

Sebelumnya, tim juri telah melakukan dua tahapan awal penilaian, yaitu penilaian dokumen dan presentasi terkait inovasi pemanfaatan informasi geospasial (IG) untuk mendukung program-program pemerintah daerah. Dari hasil penilaian tersebut, tim juri memutuskan Banyuwangi sebagai salah satu dari enam finalis terbaik dalam kompetisi dimaksud. “Kami sangat mengapresiasi Banyuwangi karena mampu melakukan lompatan besar dalam pemanfaatan IG. Kami nilai, Banyuwangi telah berhasil menelurkan inovasi menarik untuk percepatan pelaksanaan program-program daerahnya,” kata Heri.

“Kesimpulannya, bagi kami Banyuwangi ini sangat inovatif dalam memanfaatkan GIS. Saya bilang sudah selangkah lebih maju dibanding daerah lain. Meskipun, masih ada beberapa hal yang perlu disempurnakan dan dibenahi, namun secara keseluruhan bagus,” imbuhnya.

Secara terpisah, Bupati Anas menjelaskan bahwa pemkab telah memiliki program penanggulangan kemiskinan dengan memanfaatkan GIS. Dimana jumlah warga miskin daerah dipetakan secara digital mulai titik koordinat wilayahnya, jumlah keluarga miskinnya, kategori kemiskinannya hingga jenis bantuan yang diberikan terpetakan secara detail by name dan by adress. “Jadi begitu aplikasinya dibuka akan nampak dalam peta kecamatan atau desa mana yang akan dilihat. Begitu diklik lagi akan muncul jumlah penduduk miskin dan kategorinya, bahkan foto rumahnya juga ada. Ini memudahkan pemantauan dan jenis intervensi terhadap penduduk miskin,” terang Anas. (tut/mzm)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional