pariwisata kabupaten jember

Meski Berusia 46 Tahun tapi Masih Bertaji Diajang ITdBI 2017

  Dibaca : 121 kali
Meski Berusia 46 Tahun tapi Masih Bertaji Diajang ITdBI 2017
Davide Rabellin memasuki finish dan menjadi juara pada Etape pertama ITdBI 2017
space ads post kiri

Davide Rabellin Pimpin Lomba dan Klasemen dengan Sandang Yellow Jersey

Banyuwangi, Memo X – Davide Rabellin dari tim Kuwait Cartucho, akhirnya ditetapkan menjadi juara International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2017.

Kecepatan warga Italia itu memang tidak bisa di hentikan oleh pembalap lainnya. Bahkan, sejak etape Pertama hingga etape empat Davide Rabellin menjadi pemimpin lomba dengan pemimpin klasemen dengan menyandang Yelow Jersey

Mantan pembalap Pro Tour bersama tim Liquigas (sekarang Cannondale) tersebut memang hanya bertahan di dalam rombongan besar alias peloton.

Namun, itu sudah cukup untuk mengamankan posisinya. Sebab, keunggulan 46 detik dari pesaing terdekatnya, Amir Kolahdouzhagh, tak bisa dikejar lagi.

Karena itu, meski duo Pishgaman, Arvin Moazamigodarzi dan Ali Khademi, melakukan breakaway saat balapan memasuki sirkuit kota, Rebellin tak merespons. Sebab, Amir Kolahdouzhagh, bertahan bersama dia dalam rombongan besar.

Rebellin mengatakan, kemenangan di ITDBI 2017 adalah kemenangan besar bagi dirinya. Meski sudah malang melintang di grand tour (ajang balap sepeda paling bergengsi di dunia) dan ajang classics (balapan satu hari yang sudah digelar sejak seratusan tahun lalu di Eropa), victory di ITDBI tak bisa dianggap remeh.

“Usia saya yang sudah 46 tahun, saya hanya fokus pada balapan-balapan yang sesuai karakter saya. Yakni ajang balapan satu hari (one-day race) dan ajang classics. Tapi kemenangan di Banyuwangi membuat saya bisa membuktikan bahwa saya masih bertaji di ajang tour,” katanya.

Prestasi Rebellin di ITDBI 2017 memang terasa sangat personal. Sebab, tahun lalu dia hampir saja “gantung sepeda”. Saat itu dia kesulitan mencari tim yang bisa menerimanya.

“Rasanya semua pintu tertutup bagi saya,” kata pemenang etape di Giro d’Italia (salah satu grand tour) dan mengenakanmaglia rosa (jersey tanda pemimpin lomba) selama 6 hari tersebut.

Padahal, Rebellin sudah menganggap cycling menjadi bagian dari hidupnya. Hingga akhirnya tim baru Kuwait-Cartucho membuka pintunya untuk dia dan membawanya menjelajahi tur-tur di Indonesia. Sebelum tampil di ITDBI, Rebellin sempat menjajal Tour of Flores meski tak meraih gelar juara.

“Saya cuma berpikir, selama saya bisa bersaing, saya akan terus bersepeda. Saya pasti kembali ke Banyuwangi!. Sepertinya, karir saya di balap sepeda bakal lebih panjang lagi,” katanya sambil tersenyum. (tut/mzm)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional