pariwisata kabupaten jember

MIN Sobo Tahan Akta Kelahiran Siswa, Jika Tak Lunasi Semua Pungutan

  Dibaca : 587 kali
MIN Sobo Tahan Akta Kelahiran Siswa, Jika Tak Lunasi Semua Pungutan
space ads post kiri

Banyuwangi, Memo X – Ternyata imbauan Pemerintah agar sekolah tidak diperbolehkan menarik biaya atau iuran berupa apapun yang mengatasnamakan sekolah, hanya angin lalu oleh sekolah. Baik itu Tingkat SD/MIN, SMP/MTs/ dan SMA/SMK/MA, khususnya bagi sekolah negeri.

Seperti yang dilakukan oleh Madrasah Ibtida’iyah Negeri (MIN) Sobo, Kecamatan Banyuwangi.

MIN Sobo terang-terangan melakukan pungutan untuk biaya Bangku Sekolah, cinderamata (kenang-kenangan) untuk Masjid As Salam serta Infak. Biaya-biaya lumayan besarnya yang harus dibayar oleh orang tua maupun wali murid.

Hasil keputusan rapat wali murid dengan Komite Sekolah, (KS) pada Rabu (20/9/2017) yang dipimpin oleh Ketua KS MIN Sobo, setiap wali murid diwajibkan membayar dana untuk pembelian meubel (bangku) sebesar Ep 19,5 juta, kenang-kenangan Maajid As Sunah Rp. 500 ribu, dan Infak Rp. 500 ribu. Sehingga jumlah total biaya semuanya Rp. 20,5 juta.

Dari total biaya tersebut, ada tiga pilihan biaya yang ditawarkan ke wali murid, yakni Rp 125 ribu, Rp 150 ribu atau Rp. 175 ribu.

“Memang, besaran iuran itu hasil rapat Komite Sekolah, namun saya masih belum mampu membayar iuran wajib itu. Sampai saat ini saya masih belum membayar, dan ada juga yang sudah membayar,” ungkap wali murid itu sambil memohon agar namanya jangan di tulis di koran.

Yang paling menjengkelkan, timpal salah satu wali murid, jika belum membayar uang iuran itu, pihak sekolah menahan akta kelahiran anaknya sewaktu mendaftar sekolah, dan batas akhir pembayaran pada tanggal 14 Oktober 2017.

“Bagaimana caranya saya harus bayar iuran itu mas, walau saya harus meminjam uang ke rentenir dari pada akta anak saya di sita oleh sekolah,” katanya dengan nada agak memelas.

Sementara, Kepala Sekolah MIN Sobo, Sumarman ketika di konfirmasi, Selasa (3/10/2017) membantah adanya pungutan tersebut. Menurutnya, saat penerimaan Peserta Didik baru (PPDB) pihaknya pernah mengusulkan adanya tambahan kelas baru, yang dulunya menerima 3 kelas, menjadi menerima 5 kelas, karena yang mendaftar sangat banyak, akhirnya pihaknya menerima siswa baru tambahan, namun yang dua kelas belum ada bangkunya.

“Kepada wali murid, saya pernah mengusulkan agar masalah ini dibicarakan dengan KS. Sesuai dengan aturannya pagu per kelas sebanyak 32 siswa. Dan saya tidak pernah menganjurkan agar membayar iuran itu atau menyita akta siswa, itu tidak benar,” bantah Kepala Sekolah MIN Sobo.

Sumarman menjelaskan, kenapa MIN Sobo saat pendaftaran PPDB calon siswa di wajibkan menyertakan akta kelahiran, persyaratan ini dilakukan, agar siswa yang sudah mendaftar di sekolah ini tidak bisa mendaftar di sekolah lain atau sekolah favorit. Sehingga sekolah ini tidak tambal butuh, atau sekolah pelarian.

“Biasanya kan seperti itu, rata-rata wali murid mendaftarkan anak di sekolah favorit, kalau tidak di terima di sekolah baru mendaftar ke sini (MIN Sobo) agar tidak terjadi seperti itu, kami membuat persyaratan seperti itu, bagi siswa baru yang mendaftar di MIN Sobo, ya harus menyertakan Akta Kelahiran, dan tidak ada pernyatan atau syarat pengambilan akta kelahiran itu harus lunas uang iuran. Dan saya tidak pernah menganjurkan membayar iuran itu harus di bayar kontan atau di cicil, itu semua di bicarakan oleh KS bersama dengan wali murid, terkait tidaknya bangku di kelas yang baru itu,” kilah Sumarman.

Seperti di ketahui, sesuai himbauan Mendiknas maupun Kemenag melarang menarik biaya apapun kepada peserta didik baru, entah itu iuran untuk gedung sekolah/Ruang Kelas Baru (RKB), alat tulis kantor (ATK) ataupun mebeler. Semua kebutuhan ini sudah dipenuhi oleh oemerintah, jika nanti ada sekolah yang berani melakukan pungutan tersebut akan berhadapan dengan Rim Saber Pungli, dan akan melibas habis sekolah yang berani macam-macam.

Selain itu, untuk persyaratan menyertakan akta lahir asli itu juga menyalahi aturan. Jika sesuai dengan aturannya, saat mendaftar di sekolah, calon siswa di wajibkan menyertakan foto copy akta, bukan menyerahkan akta kelahiran asli. Namun yang dilakukan oleh MIN Sobo, justru sebaliknya, ketika mendaftar, Harus menyertakan akta kelahiran asli, dan modusnya, jika ingin mengambil akta kelahiran, harus lunas iuran, jika tudak lunas, ya tidak bisa mengambil akta kelahiran. (but/yan)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional