pariwisata kabupaten jember

Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Banyuwangi Segera Panggil Kepsek MIN Sobo

  Dibaca : 668 kali
Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Banyuwangi Segera Panggil Kepsek MIN Sobo
Ket. Foto : Kasi Pendidikan Madrasah Zaenal di ruang kerjanya.
space ads post kiri

Banyuwangi, Memo X – Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Banyuwangi, Zaenal akan panggil Kepala Sekolah (Kasek) Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Sobo terkait pungutan untuk pembelian bangku sekolah. Bahkan di sekolah tersebut, jika Wali Murid tidak bisa membayar uang tersebut, pihak sekolah akan menyita akta kelahiran, dengan batas waktu pembayaran tanggal 24 Oktober 2017.

Menyikapi hal ini, Zaenal menegaskan, jika sekolah dilarang menarik sumbangan berbentuk apapun, karena masalah ini, dan pihaknya sudah melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah.

“Akan saya panggil Kepala Sekolah MIN Sobo,” kata Zaenal, Jum’at (6/10/2017).
Menurut Zaenal untuk penarikan sumbangan memang dilarang, namun jika yang menarik sumbangan itu Komite Sekolah (KS) diperkenankan, karena ada petunjuknya dan diperbolehkan.

“Jika yang menarik itu KS, tidak masalah kok. Asal sumbangan itu dimusyawarahkan bersama dengan Wali Murid. Dan tidak ada paksaan,” jelas Kasi Pendidikan Madarasah ini.

Seperti diketahui, saat Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) 2017, MIN Sobo sedianya menerima 3 kelas. Karena animo masyarakat yang ingin menyekolahkan di MIN Sobo sangat banyak, akhirnya menambah 2 kelas lagi. Namun 2 kelas ini belum ada Sarana dan Prasarana. Akhirnya Kasek MIN Sobo untuk menyelesaikan persoalan sarana dan prasarana tersebut agar di bicarakan dengan KS bersama Wali Murid.

Dari hasil keputusan tersebut, ada beberapa jenis sumbangan yang harus dibayarkan oleh Wali Murid. Diantaranya, membayar sumbangan pembelian sarana dan prasarana, yang terbagi menjadi tiga klasifikasi sesuai dengan kemampuan wali murid, yakni Rp 125 ribu, Rp 150 ribu dan Rp 175 ribu.

Serta membayar sumbangan untuk infaq masjid As Salam sebesar Rp 500 ribu dan membayar uang kenang-kenangan sebesar Rp 500 ribu.
Keseluruhan biaya ini tidak boleh di cicil dengan batas waktu paling lambat pada 24 Oktober 2017. Jika pada waktu tersebut wali murid tidak membayar, pihak sekolah akan menyita Akta Kelahiran siswa. (tut/yan)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional