pariwisata kabupaten jember

Petani Cabe Wongsorejo Bangkrut, Harga di Pasaran Cuma Rp 5000/Kg

  Dibaca : 479 kali
Petani Cabe Wongsorejo Bangkrut, Harga di Pasaran Cuma Rp 5000/Kg
Pedagang cabe saat menimbang hasil panen petani asal Wongsorejo
space ads post kiri

Banyuwangi, Memo X– Terus merosotnya harga cabe di pasaran sebesar Rp 5 ribu/kg, membuat petani Cabe, di wilayah Kecamatan Wongsorejo menjerit. Pasalnya untuk harga cabe sebesar Rp 5 ribu sangat merugikan. Apalagi di wilayah kecamatan penghasil cabe itu harus berpikir dua kali untuk kembali menanam cabe jika harga seperti ini.

“Saya tidak bisa berpikir mas, kalau harga cabe seperti ini, balik modal saja saya sudah untung,” ungkap Saiful, Petani Cabe asal Desa Bengkak, Senin (9/10/2017) siang.

Menurut Saiful, dengan merosotnya harga cabe, secara otomatis akan mengganggu perekonomiannya, harga cabe saat ini, harga yang paling parah, karena bertani cabe tidak sama dengan bertani tanaman lainnya, apalagi menanam di Wilayah Kecamatan Wongsorejo, karena biayanya bisa dua kali lipat.

“Di Wilayah Kecamatan Wongsorejo ini, sangat berbeda dengan dengan kecamatan lainnya, untuk mengaliri sawah saja, harus mengeluarkan uang untuk beli solar guna menyedot air. Belum biaya tanam, dan biaya perawatan,” paparnya.

Petani Cabe Wongsorejo Bangkrut

Bahkan, karena rendahnya harga cabe, para petani tidak memanen cabenya yang sudah memerah, karena untuk ongkos petik perkilonya Rp 1000. Agar tidak terlalu merugi.

“Kalau ada yang mau beli, saya suruh petik sendiri mas, kalau saya pakai jasa orang lain. Tambah hancur,” tandasnya.

Dari beberapa petani cabe yang di temui Memo X, rata-rata cabe milik petani terlihat memerah di pohonnya. Para petani terkesan membiarkan cabe-cabe tersebut.

“Kalau ada waktu senggang ya saya petik sendiri mas, apalagi, saat ini iklimnya sangat panas sekali,”timpal salah satu petani. (kur/yan)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional