pariwisata kabupaten jember

Proyek Pavingisasi Diduga Pengerjaannya Asal-asalan

  Dibaca : 566 kali
Proyek Pavingisasi Diduga Pengerjaannya Asal-asalan
Saat proyek pavingisasi di kerjakan
space ads post kiri

Banyuwangi, Memo XProyek pavingisasi di Dusun krajan, RT 05 RE 01 Desa Alasrejo Kecamatan Wongsorejo yang anggarannya dari dana APBD tahun 2017 diduga dikerjakan asal-asalan, dan banyak paving yang pecah sebelum dipasang.

Masalah ini, sebelumnya menjadi buah bibir di kalangan warga. Mereka tidak puas dengan hasil pekerjaan pavingisasi. Diantaranya terlihat jelas dalam pemasangan paving itu tidak sesuai harapan masyarakat setempat. Dan paving yang dipakai bukan kategori K300. Sehingga paving tersebut mudah retak ataupun pecah. “Dugaan saya, proyek ini tidak tahan lama, karena tidak adanya gelaran pasir dasar paving yang mengakibatkan paving mudah pecah. Selain itu, kualitas pavingnya sekelas paving lokal, seharusnya paving K300,” ucap Fathorrosi, warga setempat yang juga tokoh masyarakat, Senin (9/10/2017) siang.

Paving banyak yang pecah sebelum di pasang

Hery, warga Desa Alasrejo menimpali, agar lebih jelasnya, awak media melihat sendiri kondisi proyek pavingisasi, yang sumber pendanaannya dari APBD 2017 ini. ”Sampean lihat sendiri Mas? Paving yang sudah dipasang banyak yang pecah. Morat-marit, apalagi yang belum terpasang juga banyak yang patah,” timpal Hery selaku tokoh masyarakat (tomas) Dusun Karajan Alasrejo.

Hery menambahkan, diketahui sebelumnya, pihak pemerintahan desa dan TPK juga tidak bisa intervensi terkait pekerjaan ini diduga mereka sengaja membiarkan pavingisasi jalan tersebut yang akan dipaving sepanjang kurang lebih 365 meter dengan lebar 2 meter.
Di tempat terpisah, Kepala Desa Alasrejo, Atmawianto saat dikonfirmasi wartawan media ini terkait proyek paving yang dipersoalkan warga menjelaskan pihaknya tidak tahu adanya proyek pavingisasi yang ada di Dusun Krajan. Atmawianto meminta kepada kontraktor hendaknya mengerjakan proyek sesuai dengan aturannya. Dan sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB)nya. ”Karena kami selama ini tidak menerima salinan spk nya,” kata Kades Alasrejo. (kur/mzm)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional