pariwisata kabupaten jember

Diprotes Warga, Penambangan Pasir di Kalipuro jalan terus

  Dibaca : 633 kali
Diprotes Warga, Penambangan Pasir di Kalipuro jalan terus
Aktivitas penambangan pasir di lingkungan Klatak, Kelurahan Kalipuro, tampak kendaraan dump truk sedang mengangkut pasir
space ads post kiri

Banyuwangi, Memo X – Penambangan Pasir di lingkungan Klatak, Kelurahan Kalipuro, Kecamatan Kalipuro di protes warga setempat. Di duga penambangan tersebut tidak mempunyai ijin resmi. Diprotesnya penambangan teraebut, karena warga sangat kesal disuguhi debu, polusi udara ketika kendaraan kendaraan melintas di jalan di wilayah tersebut.

Dalam aksi ini, warga setempat berkirim surat kepada Muspika Kalipuro yang dibubuhi tanda tangan seluruh ketua RT dan RW, karang taruna dan diketahui Kepala Kelurahan Kalipuro, menuntut agar Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menutup lokasi penambangan pasir si Wilayah Klatak tersebut.

Menyikapi hal ini, Camat Kalipuro, Ancletto Dasilva saat di konfirmaai awak media melalui telephon selulernya mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi terkait persoalan yang sering dikeluhkan warga akibat dari penambangan galian pasir itu. “Masalah ini sudah saya rapatkan, terkait keberatan warga atas galian pasir yang menimbulkan polusi udara itu,” jelas Camat Kalipuro, Rabu (11/10/2017) Sore.

Disamping itu, Letto, panggilan sehari-hari Camat Kalipuro, memghimbau kepada pemilik tambang agar mengurus ijin penambangam Galian C. “Penambangan ini sudah lama ada, sebelum saya menjabat di sini (camat Kalipuro). Jika ada warga yang protes, silahkan ke Satpol PP agar di tindak lanjuti,” paparnya.

“Dulu pernah ada kesepakatan kalau kendaraan pengakutnya tidak boleh kendaraan besar, sejenis Fuso, dan itu dipenuhi, jika saat ini warga masih mempernasalahkan, datangi saja Satpol PP, sampaikan permasalahannya,” tambahnya.

Sementara, Kabid Penyidikan dan Penegakan Perda Satpol PP Banyuwangi, Joko Sugeng, ketika dikonfirmasi diruang kerjanya mengatakan, dalam hal ini pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa. “Kewenangan penertiban dan ijin itu menjadi kewenangan pemerintah provinsi, kita menunggu perintah dari Pemprov untuk langkah langkah lebih lanjut,” Jelasnya.

Sayangnya, meski mendapat protes dari lingkungan Klatak, Kelurahan Kalipuro, penambangan pasir itu masih tetap aktif beroperasi. Pemilik tambang seakan tutup mata dan tutup telinga masalah protes tersebut. Bahkan untuk protes penutupan penambangan pasir ini warga setempat sudah melayangkan surat 2 kali, namun tidak pernah di gubris. (kur)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional