pariwisata kabupaten jember

Dinas Koperasi Banyuwangi: “KSP Menyita Barang, Itu Tidak Benar”

  Dibaca : 946 kali
Dinas Koperasi Banyuwangi: “KSP Menyita Barang, Itu Tidak Benar”
space ads post kiri

Banyuwangi, Memo X– Menurut Kabag Dinas Koperasi dan usaha Mikro Banyuwangi, Bagian Kelembagaan Koperasi, Mohammad Gufron yang menemui segenap aktifis mengatakan, “KSP menyita barang itu tidak benar. Namun untuk melakukan tindakan kami harus mempelajari kronologi permasalahannya terlebih dahulu. Barangkali ada kesepakatan tertentu yang dilakukan kedua belah pihak sebelumnya. Untuk menyatakan salah benar yang sesungguhnya itu tugas pengadilan nanti,” ungkapnya.

Sebagai perwakilan aktivis Yunus mengaku akan terus melakukan manuver baik hukum maupun kekeluargaan agar hal ini menjadi efek jera bagi pelanggar hukum maupun aturan etika.

“Dimata kami, hal ini sudah benar -benar tidak dapat ditolelir dan demi tegaknya supremasi hukum juga kesejahteraan Masyarakat kecil, kami tidak pernah takut melawan siapapun,” tutupnya.

Sebelumnya, Ndaru (28) warga Desa Krandenan, Kec Purwoharjo melakukan klarifikasi dan tanggung jawab terkait penyitaan barang oleh Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Milan cabang Tegal Dlimo Purwoharjo terhadap nasabahnya, segenap elemen Masyarakat, dan beberapa Aktifis juga awak media datangi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Banyuwangi, Kamis (12/9/17).

Diketahui sebelumnya, pada hari Rabu (11/9/2017) kemarin, dua karyawan KSP Milan membawa puluhan anggota kepolisian Mapolres Banyuwangi mendatangi rumah Nasabah KSP Milan bernama Ndaru (28) warga Desa Krandenan, Kec Purwoharjo, guna menyita 1 Unit mobil Suzuki Katana. Penyitaan kali ini, menurut pihak KSP kepada Ndaru, sudah atas prosedur fidusia yang sah.

Namun Ndaru menilai tindakan tersebut, syarat penuh kecacatan baik dari sisi prosedur hukum maupun etika perkoperasian.

Diketahui sebelumnya, Ndaru memiliki pinjaman sebesar 24 juta rupiah kepada KSP Milan, dengan agunan BPKB mobil yang dimaksud. Menurut Ndaru, pinjaman itupun sebelumnya sudah ada pembayaran bunga pinjaman.

“Saya selalu nyicil pinjaman tersebut, hanya saja akhir-akhir ini, ekonomi saya sedang menurun. Jika saya ada uang pasti saya bayar. Saya pun masih berupaya untuk menjual rumah. Namun hanya menunggak 3 bulan saja sudah dilakukan eksekusi penyitaan,” ungkapnya.

Terpantau dalam eksekusi penyitaan 1 unit mobil Suzuki Katana tersebut, mendapat pengawalan ekstra dari puluhan anggota Mapolres Banyuwangi.

“Harusnya kepolisian itu mengawal juru sita dari pengadilan, bukan dari KSP,” tambah Ndaru.

Hal ini membuat segenap masyarakat kecewa atas adanya tindakan tersebut. “Secara langsung maupun tidak, tindakan kepolisian yang menjadi pengayom masyarakat dan sesuai dengan slogan promoter kepolisian dalam hal ini, Profesional, Modern dan Terpercaya menjadi tercoreng,” ungkap Syaiful Rahmat salah satu aktifis di Banyuwangi.

Selain itu, atas adanya tindakan KSP Milan yang menyita unit mobil dengan membawa puluhan anggota kepolisian tersrbut, membuat puluhan warga sekitar TKP riuh mengira ada penangkapan teroris. Selain itu orang tua Ndaru bernama Prianto yang memiliki latar belakang penyakit Jantung terindikasi shock berat dan seketika penyakit jantungnya kambuh.

Dalam hal ini puluhan aktifis bersama segenap perwakilan Masyarakat dan beberapa awak media meminta klarifikasi pertanggung jawaban pihak Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Banyuwangi terkait masalah tersebut. (har/yan)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional