pariwisata kabupaten jember

Penunggu Pasien Dapat Uang Pengganti Hingga Rp 75 Ribu/Hari

  Dibaca : 551 kali
Penunggu Pasien Dapat Uang Pengganti Hingga Rp 75 Ribu/Hari
: Bupati Abdullah Azwar Anas didampingi Kadiskes dr. Rio saat berkunjung di Puskesmas Gitik Rogojampi
space ads post kiri

Bupati Anas: Direalisasikan pada Anggaran Tahun Mendatang

Banyuwangi, Memo X– Mungkin program ini satu-satunya di Jawa Timur bahkan di Indonesia. Sampai sedetail ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi di bawah kendali Abdullah Azwar Anas memikirkan nasib rakyatnya. Seperti halnya program pemberian uang pengganti penunggu pasien miskin saat rawat inap baik, di rumah sakit kelas III maupun yang dirawat di Puskesmas. Uang pengganti berkisar antara Rp 40 ribu hingga Rp 75 ribu perharinya.

Seperti di katakan bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, ketika berkunjung di Puskesmas Rogojampi. Uang pengganti ini akan di realisasikan pada anggaran tahun mendatang. Uang pengganti itu hanya diberikan untuk satu orang penunggu pasien miskin. Jika pasien yang ditunggu itu mendapat perawatan tiga hari, maka jumlah uang yang diterima /hari akan dikalikan selama tiga hari. “Jadi, setiap pasien miskin, selain mendapatkan perawatan gratis, penunggunya juga akan menerima uang sebagai pengganti karena selama menunggu pasien, mereka sudah pasti menin ggalkan pekerjaannya,” ujar Bupati asal Blokagung Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari Banyuwangi ini.

Tidak dipungkiri, karena alasan inilah, lanjut Anas, menjadi salah satu penyebab warga miskin enggan membawa keluarganya yang sakit untuk dirawat di Puskesmas maupun di Rumah Sakit. “Dari sini kita coba evaluasi, lalu kita akan anggarkan melalui APBD untuk mereka warga miskin. Karena PAD kita tahun ini naik, dan dari sektor pariwisata juga naik. Pajak dari para pelancong wisata di Banyuwangi inilah yang kita manfaatkan untuk kepentingan warga miskin,” paparnya.

Selain itu, imbuh Anas, ini merupakan terobosan baru Pemkab Banyuwangi. Dengan target warga miskin agar bisa mempunyai ekonomi yang cukup. “Semoga dengan program ini bisa meminimalisir berbagai permasalahan warga miskin di Banyuwangi,” tandasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Banyuwangi, dr. Widji Lestariono yang mendampingi kunjungan Bupati Abdullah Azwar Anas di Puskesmas Gitik, Rogojampi membenarkan hal tersebut. “Betul mas, itu gagasan bupati dan diharapkan bisa dilaksanakan mulai tahun depan,” ucap Kadiskes yang akrab disapa dr. Rio ini, Minggu (15/10/17) sore. (tut/mzm)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional