pariwisata kabupaten jember

Rumah Bacakades Kelir Diteror

  Dibaca : 548 kali
Rumah Bacakades Kelir Diteror
: MISTERIUS: Bacakades Nur Hariri, S. Sos. (songkok hitam) dibantu warga membersihkan pecahan kaca yang dilempar orang tak bertanggung jawab, di Dusun Krajan, Desa Kelir, kemarin (15/10/2017).
space ads post kiri

Dilempar Batu oleh Pria Misterius

Banyuwangi, Memo X – Aksi teror terjadi jelang seleksi tujuh Bakal Calon Kepala Desa (Bacakades) Kelir, Kecamatan Kalipuro, Sabtu malam (14/10/2017). Rumah Nur Hariri, S.Sos. dilempar batu oleh pria misterius hingga mengenai kaca jendela dapurnya. Pecahan kaca yang berantakan baru dibersihkan, Minggu kemarin (15/10/2017).

Menurut Nur Hariri, teror tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WIB atau setelah shalat maghrib. Saat itu dia berada di ruang tamu bersama tetangganya Marjo. Keduanya kemudian mendengar suara kaca pecah. “Saya kira itu gelas pecah, setelah saya lihat ternyata jendela dapur yang berantakan,” ungkap alumni Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo tersebut.

Mantan Ketua BEM Untag’45 Banyuwangi itu mengaku, dirinya memang mengikuti bursa Bacakades di desanya. Namun, dia enggan berkomentar jauh saat disinggung apakah aksi teror ada kaitannya dengan Pilkades di Kelir. “Kerugiannya tidak terlalu besar. Untuk kasus ini cukup menjadi catatan dan tidak saya laporkan ke polisi,” ujarnya.

Dia menegaskan, apabila aksi teror benar-benar ada kaitannya dengan Pilkades, maka diharapkan akan bertarung sehat seperti adu program kerja. “Sejauh ini, visi-misi dan program kerja beberapa bakal calon sangat ngambang, tidak mendasar, ada yang aclak, dan tidak mengena kepada kebutuhan dan kepentingan masyarakat Desa Kelir. Dalam waktu dekat seluruh warga akan tahu apa saja yang saya perjuangkan,” pungkasnya.

Semetara itu menurut Khotimah, tetangga Nur Hariri yang tinggal di belakang rumahnya mengaku tidak melihat siapapun yang melintas di gang depan rumahnya. Dirinya malah heran datangnya batu dilempar dari mana. “Seng ono sopo-sopo, lare cilik yo seng ono (Tidak ada siapa-siapa, anak kecil juga tidak ada),” jelas Khotimah yang dibenarkan beberapa warga lain seperti Suhud dan Hayyik, dengan bahasa Banyuwangenan.

Untuk di Desa Kelir sendiri saat ini masih ada tujuh Bacakades. Mereka adalah Nur Hariri, Bambang, Basuni, Sabar, Lutfi, Latif, dan Nurwanto. Ketujuh Bacakades tersebut dijadwalkan mengikuti seleksi tes tulis pada, Selasa (17/10/2017) yang akan datang. (tut/mzm)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional