pariwisata kabupaten jember

Anjing Pelacak Siaga di Pelabuhan Ketapang

  Dibaca : 430 kali
Anjing Pelacak Siaga di Pelabuhan Ketapang
space ads post kiri

* Pasca Bom di Sarinah di Ibu Kota

Antisipasi adanya bom bunuh diri, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Yuddy Chrisnandi meminta aparat Kepolisian Resort Banyuwangi meningkatkan pengamanan di wilayah penyeberangan Ketapang menyusul peristiwa ledakkan bom bunuh diri di Pos Polisi Sarinah Jakarta, Kamis (14/1/2016) pagi. Pemeriksaan terhadap penumpang maupun kendaraan yang melintas supaya ditingkatkan guna mencegah gangguan keamanan di Pulau Dewata.

K-9: Petugas bersama anjing pelacak siaga di pintu masuk Pelabuhan Tanjung Wangi Ketapang Banyuwangi

K-9: Petugas bersama anjing pelacak siaga di pintu masuk Pelabuhan Tanjung Wangi Ketapang Banyuwangi

Menurut Menpan RB itu, Banyuwangi adalah pintu masuk ke pulau wisata Bali, untuk mengantisipasi adanya gangguan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab tersebut, agar penjagaan di pelabuahn Ketapang Banyuwangi untuk di perketat dan memeriksa orang atau kendaraan yang akan menyeberang ke Pulau Dewata tersebut

“Banyuwangi merupakan wilayah strategis menuju Bali yang menjadi pusat pariwisata dunia. Sebagai miniatur Indonesia gangguan keamanan di Bali harus dicegah,” paparnya saat memberikan arahan pada para kapolsek serta pejabat utama Polres Banyuwangi, di ruang Rupatama, Kamis siang.

Peningkatan pengawasan itu tidak bersifat represive, melainkan pencegahan. Karena sikap yang represive justru memicu kebencian warga kepada aparat. Sejauh ini pengawasan dari Bali menuju Jawa tidak ada masalah. “Keberhasilan kamtibmas jika masyakarat mau dilibatkan. Keterlibatan warga itu menjadi bukti cinta masyarakat kepada aparat,” jelasnya.

Sebab itu, polisi diminta untuk membangun kebersamaan dengan semua instansi termasuk TNI AD, TNI AL, pemerintah maupun intelijen. Menpan bahkan berharap agar polisi meninggalkan ego sektoral karena keberhasilan dicapai atas kerjasama.

“Pastikan polisi dicintai masyakarat. Bikin warga merasa aman dan nyaman dalam lindungan aparat. Lakukan patroli malam sehingga rumah maupun mobil warga aman dari aksi pencurian,” pintanya.
Melakukan pengamanan dengan perbandingan jumlah aparat dan penduduk Banyuwangi yang terpaut jauh memang menjadi persoalan. Bumi Blambangan yang memiliki penduduk 1,6 juta jiwa memang kurang relevan bila dilindungi aparat yang berjumlah tak lebih dari 1.200 orang.

“Jumlah itu tentu sangat kurang. Maka libatkan masyakarat supaya membantu pengamanan aparat. Kalau mereka membantu berarti cinta pada polisi,” jelasnya seraya menegaskan kepada aparat kepolisian agar tidak keluar jalur saat menjalankan tugas.

Usai memberikan arahan singkat di Ruang Rupatama, Menpan didampingi Kapolres Banyuwangi AKBP Bastoni Purnama, Danlanal Letkol (laut) Wahyu P Indrawan, Dandim Letkol Robby Bulan, Pj Bupati Banyuwangi Zarkasi, serta unsur forpimda lainnya melihat pelayanan SIM. Yuddy Chrisnandi sempat tertegun saat melihat tayangan televisi di depan ruang layanan SIM Polres Banyuwangi yang menyiarkan tentang peristiwa ledakkan bom di depan Pos Polisi Sarinah Jakarta.

Setelah itu Menpan melanjutkan peninjauan fasilitas layanan SIM di bagian dalam. Dia sempat kagum melihat fasilitas layanan serba elektronik yang dimiliki Polres Banyuwangi. Kepada awak media dirinya berharap layanan di Pulau Jawa paling timur ini bisa menjadi contoh bagi jajaran polres lain di Indonesia.(kur)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional