pariwisata kabupaten jember

IPAL Tahu Mangkrak di Gambiran

  Dibaca : 376 kali
IPAL Tahu Mangkrak di Gambiran
space ads post kiri

* Pembuangan Limbah Akhirnya Berdampak Pada Pencemaran Lingkungan

Sarana Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terpadu dari pembuangan limbah industri tahu mangkrak, hingga mengakibatkan aliran sungai sebagai sasaran pembuangan limbah akhirnya berdampak pada pencemaran lingkungan

ipal didusun stembel-mubazir

ipal didusun stembel-mubazir

Di bangunnya IPAL terpadu di Dusun Stembel Desa Gambiran Kecamatan Gambiran ini sedianya hanya untuk menampung limbah industri Tahu saja, sayangnya tidak bisa berfungsi dengan baik. Bahkan IPAL itu bukan menjadi tempat pembuangan limbah industri saja, tapi sudah tercampur dengan limbah cucian yang mengandung busa sabun cuci dan zat kimia lainnya.

Dikarenakan IPAL ini tercampur denan limbah cucian yang mengadung zat kimia itu, sejak tahun 2012 sudah tidak terpakai lagi akibat dari kelalaian dari pemilik industri rumahan tersebut.

Dari data yang berhasil dihimpun oleh Memo X, IPAL ini hanya di pergunakan seminggu saja, setelah itu tidak di pergunakan lagi karena ketidak tahuan masyarakat akan fungsi IPAL tersebut. Karena dampak tercampurnya limah industri tahu yang tercemar dengan limbah rumahan seperti sabun dan sisa makanan akan mempengaruhi proses pengolahan biogas yang disalurkan rumah-rumah warga yang ada disekitar keberadaan IPAL tersebut.

Dampak tidak berfungsinya IPAL tersebut, masyarakat membuang limbah industri Tahu ke sungai maupun di selokan. Pembuangan limbah yang semena-mena ini berakibat meresap kemana-mana, bisa meresap ke sumur warga bahkan mencemari sungai-sungai yang dijadikan tempat pembuangan limbah tersebut, sehingga warga yang mencuci di aliran sungai tersebut sangat riskan akan dampak tersebut, begitu juga dengan sumur-sumur warga yang terkena rembesan limbah tersebut, airnya tidak layak di konsumsi.

Menurut beberapa warga setempat, musim penghujan seperti ini masyarakat disini jelas akan merasakan dampaknya, limbah industri itu akan mengalir kemana-mana, bisa ke sungai maupun meresap ke sumur-sumur. “Inilah kerugiannya dengan tidak berfungsinya IPAL itu, siapa yang merasakan, jelasnya warga yang ada di sekitar industri ini, yang pemiliknya membuang limbahnya semena-mena itu,” jelasnya.

Lebih lanjut, warga tersebut mengatakan, bangunan IPAL yang berukuran 10 m x 9 m dan di bangun di lahan milik salah satu warga yang sengaja diberikan untuk kepentingan umum tanpa harus menyewa itu, kini terlihat mubazir. Menurutnya, karena IPAL itu sudah tidak difungsikan. Rencananya, pemilik tanah itu akan meminta kembali untuk di dirikan kandang sapi. ”Kabar yang saya dengar, tanah itu akan diminta kembali, untuk dijadikan kandang sapi dan ayam,” ungkapnya.(Bw-2)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional